Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Rupiah Merana: Rakyat Dibuat Susah, Mengenang Kehebatan BJ Habibie

  

Musni Umar (Dok: pribadi) 

Oleh: Musni Umar (Sosiolog, Akademisi, Adjunct Professor Asia E University (AeU) Malaysia)

 

Sebagai sosiolog, saya tidak memiliki kepakaran untuk membahas penyebab terus melemahnya rupiah terhadap mata uang asing dari aspek moneter dan fiskal.

Sesuai kepakaran saya dalam bidang sosial, ingin membahas dampak melemahnya rupiah terhadap Masyarakat. Setidaknya ada lima dampak negatif melemahnya rupiah terhadap masyarakat.  

Pertama, masyarakat yang berprofesi sebagai pengusaha yang impor barang atau bahan baku untuk industri menjadi mahal dalam perhitungan rupiah. Kalau bahan baku diolah menjadi barang jadi, harganya mahal dan masyarakat tidak sanggup membeli kecuali kelas atas.

Kedua, masyarakat sebagai konsumen mengalami penurunan daya beli. Pendapatan mereka sebagai pekerja atau pegawai tidak berkurang (sama), tetapi nilai uang mereka merosot.

Ketiga, harga barang dan jasa secara umum naik selama rupiah melemah terutama barang impor dan hasil industri dari bahan baku impor. Dampaknya kemampuan masyarakat membeli barang impor dan hasil industri dari bahan impor berkurang secara signifikan.

Keempat, perusahaan swasta, BUMN dan Pemerintah yang mempunyai utang dalam bentuk mata uang asing seperti dolar Amerika Serikat, yang sudah jatuh tempoh, semakin besar utang yang harus dibayar karena nilai rupiah melemah. Dampaknya perusahaan, BUMN akan melakukan efisiensi. Efisiensi yang mudah dilakukan adalah pengurangan tenaga kerja (karyawan).


Kelima, perusahaan swasta, BUMN, dan Pemerintah yang mempunyai utang besar dalam mata uang asing, semakin besar beban yang ditanggung. Dampak negatifnya bisa macam-macam seperti pemutusan hubungan kerja, tidak menaikkan gaji, dan bisa bubar. Sementara negara tidak bisa memajukan kesejahteraan umum, mengurangi kemiskinan secara signifikan karena anggaran belanja dialokasikan untuk membayar bunga dan utang dalam jumlah yang besar. Untuk bisa bertahan, terpaksa berutang lagi dalam jumlah yang besar.

Realita yang dialami sebagai contoh, tahun 2002 saya melanjutkan pendidikan doktoral di Univ. Kebangsaan Malaysia (UKM) jika menukar di Money changer 1.000.000 rupiah, saya peroleh konversi 400 Ringgit Malaysia. Awal tahun 2026 saya ke Kuala Lumpur saya ke Money Changer tukar 1.000.000 rupiah, saya peroleh konversi 240 Ringgit Malaysia. 

Contoh lain, teman saya ke Inggris tahun 2025 selama 3 bulan, dia menukar uang Rp. 1.000.000 ke Money Changer, dia peroleh konversi 44,10 poundsterling. 

Apa Saja Dijual

Pada saat Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1997-1998 yang memaksa Soeharto mengundurkan diri sebagai Presiden RI telah mendorong rupiah melemah sampai 16.550 per dolar Amerika Serikat.

Indonesia sebagai sebuah negara mengalami krisis yang luar biasa, sehingga apapun yang dimiliki dijual untuk mendapatkan uang guna membiayai kegiatan operasional pemerintahan. Pada saat itu, INDOSAT di jual. BCA yang sudah disehatkan dijual murah dan sebagainya.

Saya pernah protes ke Sofyan Djalil saat itu menteri BUMN. Kata dia, negara itu bagaikan sebuah rumah tangga, kalau sedang mengalami kesulitan, apapun dijual demi survive. Demikian juga negara, apa yang dimiliki dijual untuk bisa survive.

BJ Habibie

Banyak elemen masyarakat yang selalu mengenang kemampuan Presiden BJ Habibie menguatkan rupiah dari 16.550 per dolar Amerika Serikat menjadi Rp6.500 per dolar Amerika Serikat.

Pada hal kondisi sosial ekonomi dan politik pasca reformasi dalam keadaan sangat tidak baik-baik saja. Sementara Jokowi memerintah Indonesia dalam 10 tahun dari 2014-2024, dalam keadaan Indonesia sudah normal, gagal mewujudkan janjinya memperkuat rupiah dibawah Rp10.000 per dolar Amerika Serikat.

Sampai Jokowi mengakhiri masa baktinya 20 Oktober 2024 janjinya memperkuat rupiah di bawah Rp10.000 tidak pernah menjadi kenyataan. Sindonews memberitakan dengan judul "Perjalanan kurs Rupiah hingga Jokowi Lengser: Dari Rp12 Ribu, Kini Rp15.466 per USD." (Minggu, 20 Oktober 2024).

Semoga tulisan ini memicu dan memacu Presiden Prabowo untuk memperkuat rupiah terhadap mata uang asing.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Rupiah Merana: Rakyat Dibuat Susah, Mengenang Kehebatan BJ Habibie
  • Rupiah Merana: Rakyat Dibuat Susah, Mengenang Kehebatan BJ Habibie
  • Rupiah Merana: Rakyat Dibuat Susah, Mengenang Kehebatan BJ Habibie
  • Rupiah Merana: Rakyat Dibuat Susah, Mengenang Kehebatan BJ Habibie
  • Rupiah Merana: Rakyat Dibuat Susah, Mengenang Kehebatan BJ Habibie
  • Rupiah Merana: Rakyat Dibuat Susah, Mengenang Kehebatan BJ Habibie