![]() |
| Ilustrasi. |
Pikiran Jakarta – Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku utara (Formapas Malut) memastikan aktivitas pertambangan yang dijalankan PT Smart Marsindo telah memenuhi ketentuan perizinan dan regulasi yang berlaku di sektor pertambangan nasional.
Ketua Umum PP Formapas Malut, Riswan Sanun, menyebut perusahaan telah mengantongi seluruh dokumen legal yang dipersyaratkan, mulai dari Minerba One Data Indonesia (MODI), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
“Setiap perusahaan tambang wajib melalui tahapan studi kelayakan atau feasibility study. Di situ dinilai kelayakan teknis, ekonomi, hukum, sosial, dan lingkungan. PT Smart Marsindo telah melalui proses tersebut,” ujar Riswan, Selasa (13/01/25).
Menurutnya, operasional perusahaan selama bertahun-tahun yang berjalan terbuka dan diketahui publik menjadi indikator kuat bahwa perizinan tidak bermasalah. Ia menilai, jika terdapat kekurangan izin, mustahil perusahaan dapat menjalankan kegiatan pertambangan secara berkelanjutan.
Riswan juga menyinggung polemik larangan tambang di pulau kecil sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2017. Ia menilai, perhatian pemerintah seharusnya lebih diarahkan pada aktivitas pertambangan di Pulau Fao dan Pulau Pakal yang dinilai lebih mendesak untuk dievaluasi.
Di sisi lain, Formapas memberikan apresiasi terhadap komitmen PT Smart Marsindo dalam menjalankan reklamasi dan pemulihan lingkungan di wilayah tambang nikel Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah. Perusahaan tercatat telah menanam sekitar 4.000 pohon di sejumlah lahan pascatambang.
Program reklamasi tersebut melibatkan masyarakat setempat secara langsung. Warga dilibatkan dalam penyemaian bibit hingga penanaman, dengan skema upah Rp3.000 per polybag dan pola tanam berjarak sekitar tiga meter.
“Pendekatan ini tidak hanya fokus pada lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lingkar tambang,” jelas Riswan.
Selain sektor lingkungan, kontribusi PT Smart Marsindo juga dirasakan di bidang pendidikan. Perusahaan membangun SMAN 3 Pulau Gebe sebagai upaya memperluas akses pendidikan menengah di wilayah kepulauan Maluku Utara.
Tak hanya itu, perusahaan turut menyediakan bus sekolah serta menyalurkan 20 unit laptop untuk mendukung peningkatan kapasitas dan literasi digital para pelajar.
