
Gelombang Protes di Iran.
Teheran – Gelombang unjuk rasa antipemerintah yang melanda Iran terus memakan korban. Laporan terbaru menyebutkan, jumlah korban jiwa akibat penindakan aparat keamanan bertambah menjadi sedikitnya 646 orang.
Aksi protes berskala besar ini telah mengguncang Iran sejak 28 Desember lalu, bermula dari kawasan Grand Bazaar Teheran. Saat itu, pedagang dan pemilik toko turun ke jalan menyuarakan kemarahan atas memburuknya kondisi ekonomi, termasuk anjloknya nilai tukar Rial Iran.
Dalam perkembangannya, demonstrasi meluas ke berbagai kota dan berubah menjadi gerakan yang lebih luas, menantang pemerintahan teokratis yang telah berkuasa sejak Revolusi Iran 1979.
Dalam beberapa hari terakhir, unjuk rasa diwarnai kerusuhan dan bentrokan antara demonstran dan aparat. Hingga kini, pemerintah Iran belum merilis angka resmi korban tewas secara keseluruhan.
Namun, kelompok hak asasi manusia Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan sedikitnya 646 orang meninggal dunia akibat tindakan keras aparat selama penanganan demonstrasi.
Dari jumlah tersebut, 512 korban merupakan demonstran, sementara 134 lainnya adalah anggota pasukan keamanan Iran. Selain itu, lebih dari 1.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
HRANA juga mencatat lebih dari 10.700 orang telah ditahan dalam dua pekan terakhir. Penangkapan terjadi di 585 lokasi, mencakup 186 kota di seluruh 31 provinsi Iran.
Organisasi ini menyebutkan, data yang mereka himpun bersumber dari jaringan relawan di dalam negeri dan telah melalui proses verifikasi silang. HRANA selama ini dikenal memiliki rekam jejak akurasi dalam pelaporan kerusuhan di Iran.
Situasi di lapangan semakin sulit dipantau setelah akses internet dan jaringan komunikasi diputus oleh otoritas Iran sejak sepekan terakhir. Kondisi ini membuat pemantauan independen dari luar negeri menjadi terbatas.
Kelompok diaspora Iran di luar negeri mengkhawatirkan pemadaman informasi tersebut membuka ruang bagi tindakan represif lebih keras dari aparat keamanan.
Meski demikian, sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan aksi protes masih berlangsung hingga awal pekan ini. Seorang pejabat Teheran bahkan mengakui masih adanya demonstrasi dalam pernyataan di media pemerintah.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa kondisi keamanan telah sepenuhnya terkendali. Dalam pertemuan dengan diplomat asing di Teheran, Araghchi menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi kekerasan, meski tanpa disertai bukti konkret.